Titik. yah, kali ini rasanya titik. kukira aku tidak akan menemui titik diantara kau dan aku. mungkin hanya persepsi atau keinginanku saja. karena meski kau tak lagi menjadi pengganggu malamku, aku tetap ingin ada koma diantara kita. atau mungkin aku salah sangka ? ini bukan titik. tapi kau hanya sedang membatasi apa yang seharusnya jadi konsumsimu tiap harinya. bisa jadi. dan kau tidak membutuhkan aku. itu kenapa kau membangun tembok diantara kita.
hey, hijau. siapa sangka akan seperti ini ? jika menemui akir, aku sudah bisa menduga. tapi dengan sesuatu yang tdak baik (?) aku tidak pernah dalam sedetik pun mengharapkannya. mungkin kau yang ingin. tapi tidak denganku.
ah, apa yang salah denganku ? kenapa masih ingin merajut cerita dengan masa lalu dan berdalih ingin menjadikannya kawan. dasar si bodoh, padahal terkena satu cercaan saja kau sudah loyo. apalagi dengan kata-katanya yang kadang hanya bisa membuatmu sesak. apa niatmu ? ingin cari pelampiasan untuk belajar mengasah mental ? tidakkah ada cara yang lebih baik dari itu ? si bodoh - itu yang terlintas dalam anganku.
tapi hijau, apa sebegitu marahnya kau denganku ? atau ini perkara egomu dan gengsimu ? yah, aku hanya satu diantara beberapa banyak orang yang kau temui memang. dan aku salah satu yang tak ingin lagi kau masuki seluk beluk kehidupannya. oke, aku mengerti.
tapi jika aku boleh meminta tolong dan memohon doa, jangan pernah memendam benci ya ? itu akan merepotkanku dan juga dirimu. hatiku tak tenang terkadang, membayang apa yang sudah kulakukan. kesalahan apa yang menjadikan semuanya seperti sekarang.
hijau, kesalahan itu ada karena kita tidak bisa meluruhkan ego yang ada. dan kesalahan itu, kini menjadi suatu pembelajaran. katamu, kau selalu melihat satu hal dari berbagai macam sisi. semoga kau bisa melihat dari sudut pandangku.
aku, orang yang pernah kau cari setiap malamnya.
Komentar
Posting Komentar