seorang putri terdiam, dia terduduk sendiri di sebuah kursi taman. tak ada bebungaan wangi maupun berwarna-warni. karena salju sedang turun meski tak begitu banyak. tangannya memucat ditelan dingin. bibirnya yang merah mulai mengeluarkan kepulan asap. entah berapa lama dia duduk sendiri disana. membiarkan rambut kecoklatannya begidik dikelitiki udara sore itu. matahari seakan enggan untuk lengser, meski akhirnya ia mengantuk jua. si putri sesekali memandang ke sekeliling. hanya ada ranting yang dihinggapi sisa salju semalam, beberapa orang yang berjalan dan meninggalkan jejak diatas gumpal salju, dan juga bangunan yang seolah menjadi saksi bisu momen kali itu. ia tak bisu, jelas putri bisa berbicara. ia juga tak buta, untuk melihat jika yang ditunggu tak juga hadir. ia juga tak bodoh, meski menunggu di tengah dinginnya salju sudah membuat badannya separo kaku. hanya saja ia tak ingin beranjak. ia yakin pangerannya akan datang. cepat maupun lambat. iya yakin pangerannya tak akan tega ...
pecinta buku , pecinta seni , pecinta anime dan sebangsanya - ARCHITECTURE STUDENT - INTERIOR DESIGNER - DOODLE ART dengan berdendang kamu akan lega, dengan berbagi pada orang yang tepat kamu bisa menemukan mereka yang mau menerimamu dengan tulus :) check my sosmed fairussanii / sancong