kata-kata bagai belati.
kata-kata kadang bisa menjadi bukti sekaligus caci.
kata-kata bisa menjadi dengki, dan juga benci.
kata-kata menyayat hati, menusuk gendang
kata-kata menggoyak hati, meruntuhkan diri.
kalian, yah, kalian. hanya bisa berucap tanpa mengerti.
kalian hanya berucap dan memandang yang bisa terpapar mata.
kalian hanya mencibir sekaligus menyindir.
sedang aku, mencoba memeluk jemari meski sedikit gontai ragaku memapah.
kau yang jauh masih mengharu biru, selalu memeluk ringkih yakin yang selalu mereka koyak.
aku tak ingin goyah, aku tak ingin yakinku dibuat cacat.
aku ingin mereka melihat yang ada didalam, bukan praduga yang tak pasti.
aku ingin bayar semua kata, aku ingin buat mereka yakin.
dengan genggamku yang gemetar. ia selalu mencoba mendendang.
hidup akan baik saja asal aku ada.
dan akupun yakin, hidup akan baik saja jika senyumnya tak kunjung terbenam.
kata-kata kadang bisa menjadi bukti sekaligus caci.
kata-kata bisa menjadi dengki, dan juga benci.
kata-kata menyayat hati, menusuk gendang
kata-kata menggoyak hati, meruntuhkan diri.
kalian, yah, kalian. hanya bisa berucap tanpa mengerti.
kalian hanya berucap dan memandang yang bisa terpapar mata.
kalian hanya mencibir sekaligus menyindir.
sedang aku, mencoba memeluk jemari meski sedikit gontai ragaku memapah.
kau yang jauh masih mengharu biru, selalu memeluk ringkih yakin yang selalu mereka koyak.
aku tak ingin goyah, aku tak ingin yakinku dibuat cacat.
aku ingin mereka melihat yang ada didalam, bukan praduga yang tak pasti.
aku ingin bayar semua kata, aku ingin buat mereka yakin.
dengan genggamku yang gemetar. ia selalu mencoba mendendang.
hidup akan baik saja asal aku ada.
dan akupun yakin, hidup akan baik saja jika senyumnya tak kunjung terbenam.
Komentar
Posting Komentar