bagai mentari yang kadang kutunggu dan kadang kubenci
kunanti kilau jingganya yang indah
kucaci saat teriknya membuat merah raga
jarak antar kota terpaut, jemari kita tak pernah bisa bertautan.
dalam binar keorangean senja lalu,
pernah kubiarkan ragaku bersatu dengan bahumu
akal otakku kubiarkan bebas, menikmati keindahan itu dalam separo pelukmu.
langitnya berbeda. bukan karena ada kamu.
tapi gemerlapnya sedang cantik-cantiknya.
seolah semesta ingin memberi kenangan sebelum kau hilang dari pandang lagi.
tak ada keorangean seperti yang biasa kulihat saat menunggumu.
ungu, dengan sedikit bias warna biru cerah.
beberapa bintang mulai nampak, meski tak kentara.
senyummu mengudara, menambah cantik sore kala itu.
jemari kita tak lagi berjauhan, bisa kurasakan peluk jemarimu diujung pundakku.
bahkan semilir anginpun tak bisa memisah dua hati yang sedang bersanding.
seolah tak ingin dipisah cepat-cepat.
aku masih menunggumu, matahari ulungku
dengan sedikit perasaan kesal saat hanya pendar sinarmu yang menerangi.
menunggu momen yang lalu akan datang lagi.
kunanti kilau jingganya yang indah
kucaci saat teriknya membuat merah raga
jarak antar kota terpaut, jemari kita tak pernah bisa bertautan.
dalam binar keorangean senja lalu,
pernah kubiarkan ragaku bersatu dengan bahumu
akal otakku kubiarkan bebas, menikmati keindahan itu dalam separo pelukmu.
langitnya berbeda. bukan karena ada kamu.
tapi gemerlapnya sedang cantik-cantiknya.
seolah semesta ingin memberi kenangan sebelum kau hilang dari pandang lagi.
tak ada keorangean seperti yang biasa kulihat saat menunggumu.
ungu, dengan sedikit bias warna biru cerah.
beberapa bintang mulai nampak, meski tak kentara.
senyummu mengudara, menambah cantik sore kala itu.
jemari kita tak lagi berjauhan, bisa kurasakan peluk jemarimu diujung pundakku.
bahkan semilir anginpun tak bisa memisah dua hati yang sedang bersanding.
seolah tak ingin dipisah cepat-cepat.
aku masih menunggumu, matahari ulungku
dengan sedikit perasaan kesal saat hanya pendar sinarmu yang menerangi.
menunggu momen yang lalu akan datang lagi.
Komentar
Posting Komentar