kubuka lenganku lebar, tapi kau seolah ingin lebih dari peluk pengap.
kubasuh pilumu pelan, tapi seolah kau tampis dengan kata kelumu.
kubuat siasat hanya untuk buatmu tersenyum lupakan bebanmu,
tapi seolah kau hanya tersenyum sinis memandang tingkah bodohku.
kau, iya kau.
matamu seolah bisa tercongkel keluar
padahal hanya kubaca sekilas pesan sinismu.
kututup rapat katub bibirku
dari pada mendengar teriakanmu karena tak selaras.
disaat kuingin kau memelukku barang sedetik.
yang kudapat hanya keluhmu dan akhirnya kusingkirkan manjaku.
dua jalan nampak jelas didepan.
kamu dan aku hanya menatap nanar.
kamu berjalan berbalik. bukan memilih dua jalan itu.
dan aku? hanya diam.
tanpa alasan.
kubasuh pilumu pelan, tapi seolah kau tampis dengan kata kelumu.
kubuat siasat hanya untuk buatmu tersenyum lupakan bebanmu,
tapi seolah kau hanya tersenyum sinis memandang tingkah bodohku.
kau, iya kau.
matamu seolah bisa tercongkel keluar
padahal hanya kubaca sekilas pesan sinismu.
kututup rapat katub bibirku
dari pada mendengar teriakanmu karena tak selaras.
disaat kuingin kau memelukku barang sedetik.
yang kudapat hanya keluhmu dan akhirnya kusingkirkan manjaku.
dua jalan nampak jelas didepan.
kamu dan aku hanya menatap nanar.
kamu berjalan berbalik. bukan memilih dua jalan itu.
dan aku? hanya diam.
tanpa alasan.
Komentar
Posting Komentar