betapa lucunya jemari itu berlarian.
betapa ironinya seorang teman menjadi tak berkawan.
aku mengenalmu. sedikit.
dan kini sedikit demi sedikit semakin terkuak tentangmu.
sungguh aku tak menyangka apa yang kau cibirkan kini kau lakukan.
mana dirimu yang kutau? seolah hilang ditelan kabut.
samar dan tak tergapai.
kau salah. aku juga salah.
kita sama-sama salah.
entah ego siapa yang memimpin.
aku kehilangan kawan.
berawal dari dustamu dan kecewaku.
lalu mengapa kau berbalik menjauh?
kawan yang selalu kusuka ceritanya hilang.
terima kasih sempat berkawan denganku, pujangga.
betapa ironinya seorang teman menjadi tak berkawan.
aku mengenalmu. sedikit.
dan kini sedikit demi sedikit semakin terkuak tentangmu.
sungguh aku tak menyangka apa yang kau cibirkan kini kau lakukan.
mana dirimu yang kutau? seolah hilang ditelan kabut.
samar dan tak tergapai.
kau salah. aku juga salah.
kita sama-sama salah.
entah ego siapa yang memimpin.
aku kehilangan kawan.
berawal dari dustamu dan kecewaku.
lalu mengapa kau berbalik menjauh?
kawan yang selalu kusuka ceritanya hilang.
terima kasih sempat berkawan denganku, pujangga.
Komentar
Posting Komentar