bulan, apakah kau lihat dimana pujanggaku?
bisakah kau rasakan kemelut dalam raganya? ah, didalam salah satu titik di raganya.
ia menangis wahai bulan... dan begitu ingin kudekap ringkih tubuhnya.
bulan, bisakah kau rasakan tubuhnya yang mulai begidik?
ya, pujanggaku.
mengapa ia begitu berkepala batu bulan?
tidakkah ia tau, itu semuanya percuma?
bulan... sulit kujangkau dirinya yang sedang meronta minta tolong.
tapi kau, kau bulan. kau ada diantara kami.
kau ada dimanapun mataku menatap.
bulan, tolong ... untuk kali ini saja ..
bisakah kau jaga pujangga itu untukku ?
bisakah kau rasakan kemelut dalam raganya? ah, didalam salah satu titik di raganya.
ia menangis wahai bulan... dan begitu ingin kudekap ringkih tubuhnya.
bulan, bisakah kau rasakan tubuhnya yang mulai begidik?
ya, pujanggaku.
mengapa ia begitu berkepala batu bulan?
tidakkah ia tau, itu semuanya percuma?
bulan... sulit kujangkau dirinya yang sedang meronta minta tolong.
tapi kau, kau bulan. kau ada diantara kami.
kau ada dimanapun mataku menatap.
bulan, tolong ... untuk kali ini saja ..
bisakah kau jaga pujangga itu untukku ?
Komentar
Posting Komentar