sebut saja dengan panggilan pujangga. gerikmu menggelitik, kadang juga membuatku gerah. tapi kau satu. satu yang tak tergantikan dengan yang lain. bahkan masih satu saat mereka meremehkan dan meninggalkanmu. kamu satu. pujangga yang kesepian didera waktu. penyayang yang berkelana mencari jati diri. itu kamu.
hai pujangga, sapaku setelah sekian lama mencari cela untuk menghapusmu. sosokmu bak nirvana, gabungan warna dari palet yang kupegang. kau campuran warna yang antik, tetapi indah. keindahanmu sedikit samar, meski sudah kau coba untuk tunjukkan. hai pujangga, apa kau merindu?
hai pujangga, sapaku setelah sekian lama mencari cela untuk menghapusmu. sosokmu bak nirvana, gabungan warna dari palet yang kupegang. kau campuran warna yang antik, tetapi indah. keindahanmu sedikit samar, meski sudah kau coba untuk tunjukkan. hai pujangga, apa kau merindu?
Komentar
Posting Komentar