mungkin kau rasakan apa yang kurasakan. tetapi berbeda. perasaanmu mungkin tidak sekompleks milikku. rasamu tak sespesial yang kupunya. tapi kau tetap makhlukNya yang kupuja.
tak peduli wajah kusutmu saat lelah, tak peduli wajah kucelmu saat terbangun dari tidurmu. tak peduli ujung rambutmu yang acak-acakan atau sengaja kau kuncung meski tak tau apa alasannya. aku tetap suka, meski kadang ikut tergelitik.
tak peduli apa yang mereka katakan tentangmu, aku yakin mereka hanya sebagaian orang sepertiku. yang tak benar-benar mengenalmu dengan baik. bisa saja hanya menyuka atau membenci. tak ada yang tau.
tapi aku bersyukur, aku bisa menyayangmu dengan semua hal yang kini kulihat, dengan semua hal yang kurasa saat aku berada di dekatmu. dengan semua ingatan yang dulu coba untuk kututup meski tau aku terlalu membodohi perasaan yang mulai tumbuh. yah... semuanya akhirnya berbalik lagi. aku masih memujamu, aku masih mengagummu, dan aku masih menyayangmu. dengan rasa yang sama. dilembaran baru yang berbeda.
tak peduli wajah kusutmu saat lelah, tak peduli wajah kucelmu saat terbangun dari tidurmu. tak peduli ujung rambutmu yang acak-acakan atau sengaja kau kuncung meski tak tau apa alasannya. aku tetap suka, meski kadang ikut tergelitik.
tak peduli apa yang mereka katakan tentangmu, aku yakin mereka hanya sebagaian orang sepertiku. yang tak benar-benar mengenalmu dengan baik. bisa saja hanya menyuka atau membenci. tak ada yang tau.
tapi aku bersyukur, aku bisa menyayangmu dengan semua hal yang kini kulihat, dengan semua hal yang kurasa saat aku berada di dekatmu. dengan semua ingatan yang dulu coba untuk kututup meski tau aku terlalu membodohi perasaan yang mulai tumbuh. yah... semuanya akhirnya berbalik lagi. aku masih memujamu, aku masih mengagummu, dan aku masih menyayangmu. dengan rasa yang sama. dilembaran baru yang berbeda.
Komentar
Posting Komentar