hai kau yang sedang berundung muram, berselimutkan aura hitam yang membuatku sedih.
dimana tawamu? dimana semangatmu? dimana goda dan rayumu? dimana semua kekonyolanmu pergi?
apa ini saat yang berat bagimu? ada apa? kemarilah, raih telapak tanganku yang terbuka lebar untukmu. tersenyumlah, tidakkah kau lihat betapa terik matahari siang ini?
tidakkah kau tau jika mentari sedang berbahagia? ia tidak sedang malu-malu seperti sore kemarin. ia tak merona, tapi sedang terkekeh memandang makhluk bumi. dan mengapa kau tak ikut terkekeh bersama? meski sinarnya kadang membakar kulit?
bahkan jika kau tak percaya, gurat tinta diata lembarku yang sengaja kubuat berantakanpun masih bsia menunjukkan seulas senyum, kau bisa. karena ini bukan yang terberat, tetapi tetap harus dilalui. dengan senyuman :)
dimana tawamu? dimana semangatmu? dimana goda dan rayumu? dimana semua kekonyolanmu pergi?
apa ini saat yang berat bagimu? ada apa? kemarilah, raih telapak tanganku yang terbuka lebar untukmu. tersenyumlah, tidakkah kau lihat betapa terik matahari siang ini?
tidakkah kau tau jika mentari sedang berbahagia? ia tidak sedang malu-malu seperti sore kemarin. ia tak merona, tapi sedang terkekeh memandang makhluk bumi. dan mengapa kau tak ikut terkekeh bersama? meski sinarnya kadang membakar kulit?
bahkan jika kau tak percaya, gurat tinta diata lembarku yang sengaja kubuat berantakanpun masih bsia menunjukkan seulas senyum, kau bisa. karena ini bukan yang terberat, tetapi tetap harus dilalui. dengan senyuman :)
Komentar
Posting Komentar