sepi, sendiri aku dipenghujung malamku. sepi yang menyeruak seakan siap untuk menelanku. bersama lamunan, memori. kita. yah, kita yang lalu.
kejahatanmu.
jemariku menggapai angin, angin yang bahkan tak berbentuk. seperti janji semu yang menguap pergi. sesalku, ratapku. kau jahat. lagi-lagi kugumamkan itu.
sorot matamu yg kabur, tersamar tawanya yang membuatku jengah.
'is she better than me?'
gemerincing tawa terdengar, dia hanya bodoh. dan aku? terlalu bodoh untuk sempat berharap angin bisa kugenggam.
kejahatanmu.
jemariku menggapai angin, angin yang bahkan tak berbentuk. seperti janji semu yang menguap pergi. sesalku, ratapku. kau jahat. lagi-lagi kugumamkan itu.
sorot matamu yg kabur, tersamar tawanya yang membuatku jengah.
'is she better than me?'
gemerincing tawa terdengar, dia hanya bodoh. dan aku? terlalu bodoh untuk sempat berharap angin bisa kugenggam.
Komentar
Posting Komentar