pujangga, aku pernah mencinta hingga rasanya mau mati.
pujangga, aku takut. mungkin melebihi rasa takut yang kau rasakan. dan aku ingin lalui itu pujangga.
tau kah kau bagaimana sesaknya dulu? tapi aku masih sesekali menoleh jika merindu.
pujangga, apa aku bodoh? yah, kurasa aku sangat bodoh.
pujangga, jawab aku dengan tutur kata indahmu sekali lagi.
buat aku percaya, buat aku merasa ikhlas.
menjadikan yang lalu sebuah kisa lalu, dan menjadikannya kisah untuk menuju kedewasaan.
pujangga, lihat aku. meski hanya sejenak. tak adakah rasamu ingin melindungi?
pujangga, kumohon. jangan jadi pria brengsek sepertinya.
karena jika kau juga begitu, mungkin rasa percayaku akan benar-benar hancur sepenuhnya.
pujangga, aku takut. mungkin melebihi rasa takut yang kau rasakan. dan aku ingin lalui itu pujangga.
tau kah kau bagaimana sesaknya dulu? tapi aku masih sesekali menoleh jika merindu.
pujangga, apa aku bodoh? yah, kurasa aku sangat bodoh.
pujangga, jawab aku dengan tutur kata indahmu sekali lagi.
buat aku percaya, buat aku merasa ikhlas.
menjadikan yang lalu sebuah kisa lalu, dan menjadikannya kisah untuk menuju kedewasaan.
pujangga, lihat aku. meski hanya sejenak. tak adakah rasamu ingin melindungi?
pujangga, kumohon. jangan jadi pria brengsek sepertinya.
karena jika kau juga begitu, mungkin rasa percayaku akan benar-benar hancur sepenuhnya.
Komentar
Posting Komentar