beberapa waktu berlanjut, masih tergambar wajahmu diangan. potongan-potongan ingatan tentang bagaimana kau jalani harimu, ada atau tak ada diriku. taukah kau? dirimu menjadi salah satu bagian spesial dalam diriku. penyalur rasa bahagia sekaligus rasa kecewa.
aku meragu pujangga, dirimu semakin terlihat kelabu. kenapa? bisa kau jelaskan padaku kenapa? apakah ini hanya sepenggal kisah yang lagi-lagi akan terputus ditengah persimpangan? kau tau, kau yang memegang bolanya. dan aku yang berputaran disekitarnya. bodohnya..
bayangku mengabur, dirimu berdiri di persimpangan jalan, tersenyum ikhlas memandang alam disekitarmu. damai. aku ikut tersenyum, sendu tapi. karena kau jauh. belum bisa kugapai. seolah aku hanya menggenggam udara yang berada di sekelilingmu. genggam semu yang sewaktu-waktu akan hilang juga.
aku merindumu, tidakkah kau tau? tunggu aku. diujung jalan itu. kejar aku jika saatnya tiba, atau mungkin lebih baik kita saling mengejar dan mempertemukan?
aku meragu pujangga, dirimu semakin terlihat kelabu. kenapa? bisa kau jelaskan padaku kenapa? apakah ini hanya sepenggal kisah yang lagi-lagi akan terputus ditengah persimpangan? kau tau, kau yang memegang bolanya. dan aku yang berputaran disekitarnya. bodohnya..
bayangku mengabur, dirimu berdiri di persimpangan jalan, tersenyum ikhlas memandang alam disekitarmu. damai. aku ikut tersenyum, sendu tapi. karena kau jauh. belum bisa kugapai. seolah aku hanya menggenggam udara yang berada di sekelilingmu. genggam semu yang sewaktu-waktu akan hilang juga.
aku merindumu, tidakkah kau tau? tunggu aku. diujung jalan itu. kejar aku jika saatnya tiba, atau mungkin lebih baik kita saling mengejar dan mempertemukan?
Komentar
Posting Komentar