tak peduli jika orang lain berkata aku bodoh, hanya karena menyayangi sosok yang bahkan tak peduli padaku. memangnya semua harus berbalas? tidak. karena hal itu bukan prioritas saat ini. aku hanya menyayang, aku yakin nantinya ada jawabnya. hati yang keras tak selamanya menjadi keras. boleh saja kau berujar, boleh juga aku bertindak. karena semua memiliki penilaiannya masing-masing.
pujangga tertunduk, aku disisinya. mengamati tanpa ia sadari. banyak kata yang kututurkan untuknya, meski tak selalu ia dengar dan ia baca. tak apa, aku tak memaksa.
'hei'
itu sapaan yang selalu ingin kuutarakan saat bertemu dengannya. tapi aku tak bisa. kadang hanya bisa membisu sembari memandang. aku malu.
kadang ia pun mencuri pandang, aku tau. hanya seperti itupun aku sudah sangat bersyukur. karena sayang yang kumau bukan yang 'memaksakan untuk ada'. tapi memang 'karena itu ada'.
pujangga, bagaimana pagimu? sedang menyibukkan apa kau pagi ini? pernahkah terlintas dibenakmu akan sosok yang kadang mengganggu harimu? haha Aku. yah, kadang terbesit dianganku, bagaimana gambaran dibenakmu mengenai sosokku? apa hanya terlintas tentang gadis jelek, bertubuh mungil, dengan perawakan kerempeng, yang tidak bisa berbaur dengan sekitar, tetapi beberapa kali mencoba untuk meraihmu? atau mungkin kau memiliki gambaran lain yang tak kuduga sedikitpun?
aaah .. aku tak pernah lelah jika mengamatimu, aku tak pernah lelah untuk memandang sikap konyolmu yang menggelitik. meski kau tak pernah benar-benar tau fantasi apa yang tercipta di anganku, aku tetap senang bisa berada di dekatmu. meski kau tak merasakan hal yang sama.
ada seorang pionir yang mendekat, ia indah, bahkan mungkin lebih indah darimu pujangga. tetapi mengapa hatiku tak bergeming. aku tak mengerti pujangga, hanya saja aku terpaku padamu, yang mungkin terpaku pada pionir lain, atau mungkin sedang asik dalam lingkaran yang kau buat sendiri. tak mengapa, aku menikmatinya. aku tak selalu menginginkan dirimu untuk menerimaku, karena itu jelas tak adil. dan meskipun kau tak pernah membaca apa yang selalu kutulis, aku juga tak mengapa. karena memang tak semuanya harus kau tau.
aku ada. kau ada. dia ada. semuanya ada didalam cerita ini. ceritaku.
pujangga tertunduk, aku disisinya. mengamati tanpa ia sadari. banyak kata yang kututurkan untuknya, meski tak selalu ia dengar dan ia baca. tak apa, aku tak memaksa.
'hei'
itu sapaan yang selalu ingin kuutarakan saat bertemu dengannya. tapi aku tak bisa. kadang hanya bisa membisu sembari memandang. aku malu.
kadang ia pun mencuri pandang, aku tau. hanya seperti itupun aku sudah sangat bersyukur. karena sayang yang kumau bukan yang 'memaksakan untuk ada'. tapi memang 'karena itu ada'.
pujangga, bagaimana pagimu? sedang menyibukkan apa kau pagi ini? pernahkah terlintas dibenakmu akan sosok yang kadang mengganggu harimu? haha Aku. yah, kadang terbesit dianganku, bagaimana gambaran dibenakmu mengenai sosokku? apa hanya terlintas tentang gadis jelek, bertubuh mungil, dengan perawakan kerempeng, yang tidak bisa berbaur dengan sekitar, tetapi beberapa kali mencoba untuk meraihmu? atau mungkin kau memiliki gambaran lain yang tak kuduga sedikitpun?
aaah .. aku tak pernah lelah jika mengamatimu, aku tak pernah lelah untuk memandang sikap konyolmu yang menggelitik. meski kau tak pernah benar-benar tau fantasi apa yang tercipta di anganku, aku tetap senang bisa berada di dekatmu. meski kau tak merasakan hal yang sama.
ada seorang pionir yang mendekat, ia indah, bahkan mungkin lebih indah darimu pujangga. tetapi mengapa hatiku tak bergeming. aku tak mengerti pujangga, hanya saja aku terpaku padamu, yang mungkin terpaku pada pionir lain, atau mungkin sedang asik dalam lingkaran yang kau buat sendiri. tak mengapa, aku menikmatinya. aku tak selalu menginginkan dirimu untuk menerimaku, karena itu jelas tak adil. dan meskipun kau tak pernah membaca apa yang selalu kutulis, aku juga tak mengapa. karena memang tak semuanya harus kau tau.
aku ada. kau ada. dia ada. semuanya ada didalam cerita ini. ceritaku.
Komentar
Posting Komentar