Langsung ke konten utama

ia tak pernah membaca, ia tak pernah mengerti

tak peduli jika orang lain berkata aku bodoh, hanya karena menyayangi sosok yang bahkan tak peduli padaku. memangnya semua harus berbalas? tidak. karena hal itu bukan prioritas saat ini. aku hanya menyayang, aku yakin nantinya ada jawabnya. hati yang keras tak selamanya menjadi keras. boleh saja kau berujar, boleh juga aku bertindak. karena semua memiliki penilaiannya masing-masing.
pujangga tertunduk, aku disisinya. mengamati tanpa ia sadari. banyak kata yang kututurkan untuknya, meski tak selalu ia dengar dan ia baca. tak apa, aku tak memaksa.
'hei'
itu sapaan yang selalu ingin kuutarakan saat bertemu dengannya. tapi aku tak bisa. kadang hanya bisa membisu sembari memandang. aku malu.
kadang ia pun mencuri pandang, aku tau. hanya seperti itupun aku sudah sangat bersyukur. karena sayang yang kumau bukan yang 'memaksakan untuk ada'. tapi memang 'karena itu ada'.
pujangga, bagaimana pagimu? sedang menyibukkan apa kau pagi ini? pernahkah terlintas dibenakmu akan sosok yang kadang mengganggu harimu? haha Aku. yah, kadang terbesit dianganku, bagaimana gambaran dibenakmu mengenai sosokku? apa hanya terlintas tentang gadis jelek, bertubuh mungil, dengan perawakan kerempeng, yang tidak bisa berbaur dengan sekitar, tetapi beberapa kali mencoba untuk meraihmu? atau mungkin kau memiliki gambaran lain yang tak kuduga sedikitpun?
aaah .. aku tak pernah lelah jika mengamatimu, aku tak pernah lelah untuk memandang sikap konyolmu yang menggelitik. meski kau tak pernah benar-benar tau fantasi apa yang tercipta di anganku, aku tetap senang bisa berada di dekatmu. meski kau tak merasakan hal yang sama.
ada seorang pionir yang mendekat, ia indah, bahkan mungkin lebih indah darimu pujangga. tetapi mengapa hatiku tak bergeming. aku tak mengerti pujangga, hanya saja aku terpaku padamu, yang mungkin terpaku pada pionir lain, atau mungkin sedang asik dalam lingkaran yang kau buat sendiri. tak mengapa, aku menikmatinya. aku tak selalu menginginkan dirimu untuk menerimaku, karena itu jelas tak adil. dan meskipun kau tak pernah membaca apa yang selalu kutulis, aku juga tak mengapa. karena memang tak semuanya harus kau tau.
aku ada. kau ada. dia ada. semuanya ada didalam cerita ini. ceritaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelabu

awan kelabu datang. bukan ini yang kumau. langit kelabu datang. bukan ini yang kudamba. kata-kata yang terlontar membuatku terdiam, suara berat itu sayup-sayup menghilang. ketiadaannya mulai terasa, penjelasan-penjelasan yang kudengar terasa seperti kata pamit. senyumnya menghilang, dingin mulai merasuki. kehangatan itu mulai menghilang. badai yang menderanya, sepertinya terasa makin kencang. meski kucoba untuk renggangkan tangan, badainya belum juga mereda meski kucoba untuk mendekapnya, bahunya masih begidik. seolah-olah aku tengah memeluk debu yang berbentuk. debu itu membentuk sosokmu yang kudamba. damba yang kini mulai menjauh. hei kau, apa ini yang kau mau? apa jarak dan ketidak terikatan ini yang kau mau?

titik (?)

Titik. yah, kali ini rasanya titik. kukira aku tidak akan menemui titik diantara kau dan aku. mungkin hanya persepsi atau keinginanku saja. karena meski kau tak lagi menjadi pengganggu malamku, aku tetap ingin ada koma diantara kita. atau mungkin aku salah sangka ? ini bukan titik. tapi kau hanya sedang membatasi apa yang seharusnya jadi konsumsimu tiap harinya. bisa jadi. dan kau tidak membutuhkan aku. itu kenapa kau membangun tembok diantara kita. hey, hijau. siapa sangka akan seperti ini ? jika menemui akir, aku sudah bisa menduga. tapi dengan sesuatu yang tdak baik (?) aku tidak pernah dalam sedetik pun mengharapkannya. mungkin kau yang ingin. tapi tidak denganku. ah, apa yang salah denganku ? kenapa masih ingin merajut cerita dengan masa lalu dan berdalih ingin menjadikannya kawan. dasar si bodoh, padahal terkena satu cercaan saja kau sudah loyo. apalagi dengan kata-katanya yang kadang hanya bisa membuatmu sesak. apa niatmu ? ingin cari pelampiasan untuk belajar mengasah mental...

mentari dari Lawu

hai, kau yang memberikan pandangan indah mengenai mentari di puncak Lawu pagi itu. sudah berapa lama waktu berlalu sejak kejadian yang akhirnya membuatku mulai menilik lebih dalam? masih sangat jelas, waktu kau tiba-tiba menghilang dari notifikasi itu. muncul dengan sebuah lukisan indah yang Tuhan berikan. corak mentari yang mencobba untuk membaur pagi itu benar-benar indah. dan itu adalah salah satu hal terbaik yang kau bagi denganku.. sesuatu yang masih sangat kungat sampai kini, sampai tiba-tiba kau membuat jarak setelah ada temu nyata antara kita. sudah ada dua kemungkinan yang coba kuyakini, baik dan juga buruk. hanya saja aku bergeming, dan berharap sesuatu yang baik akan mengikuti. nyatanya tidak. entah karena alasan apa, sibuk selalu kau jadikan tameng. hanya saja kita berdua tau, atau setidaknya aku, jika itu hanya alasanmu saja untuk mengakhiri apa yang terlanjur dimulai. dan aku kecewa, aku kecewa dengan sikap itu dan aku juga kecewa dengan diriku yang terlalu be...