pujangga, mungkin aku wanita bodoh. sedari dulu.
pujangga, aku menyayangmu. dengan semua ambisi dan kelembutan yang tak semua orang lihat dibalik kerasmu.
pujangga, aku tau nantinya lagi-lagi aku akan kecewa. tapi itu tak mematahkan inginku untuk memandang lelah wajahmu.
pujangga, aku memang bodoh. dulu, kutanyakan pada bintang. kudongakkan wajahku dan berharap langit akan menyampaikan rinduku pada semesta. kuharap semesta bisa membuatmu merasakan rinduku. aku bodoh. karena itu pastilah mustahil.
aku bodoh karena mencintamu saat itu, karena ada genggam lelaki lain yang menahanku. tapi kini, aku ingin mencintamu dengan sempurna. sesempurna semesta yang kita tempati. bukan mengapa, senyum sendumu membuatku luluh. ucapanmu membuatku tenang. meski kau masih meragu, aku hanya bisa berdoa. karena sedari dulu, sesuatu yang kucoba untuk menimbun dalam-dalam tak pernah benar-benar mau untuk hanya dijadikan sebuah kisah lalu.
pujangga, aku menyayangmu. dengan semua ambisi dan kelembutan yang tak semua orang lihat dibalik kerasmu.
pujangga, aku tau nantinya lagi-lagi aku akan kecewa. tapi itu tak mematahkan inginku untuk memandang lelah wajahmu.
pujangga, aku memang bodoh. dulu, kutanyakan pada bintang. kudongakkan wajahku dan berharap langit akan menyampaikan rinduku pada semesta. kuharap semesta bisa membuatmu merasakan rinduku. aku bodoh. karena itu pastilah mustahil.
aku bodoh karena mencintamu saat itu, karena ada genggam lelaki lain yang menahanku. tapi kini, aku ingin mencintamu dengan sempurna. sesempurna semesta yang kita tempati. bukan mengapa, senyum sendumu membuatku luluh. ucapanmu membuatku tenang. meski kau masih meragu, aku hanya bisa berdoa. karena sedari dulu, sesuatu yang kucoba untuk menimbun dalam-dalam tak pernah benar-benar mau untuk hanya dijadikan sebuah kisah lalu.
Komentar
Posting Komentar