dibawah langit berwarna jingga, aku memandangmu.
teringat kata yang terlontar dan bergumul dalam imajiku.
aku selalu suka caramu tertawa. aku selalu suka caramu memandang.
aku selalu suka caramu berfikir dengan langkah yang tak terduga.
pujangga, hari ini kau lambungkan lagi jejakku.
kau biarkan aku menari-nari bebas seolah aku bisa saja melayang
kau biarkan aku tersenyum hingga bibirku bisa saja kaku karena terlalu sering menarik keatas
singkatnya, kau buatku bahagia.
mungkin itu kata yang banyak mereka utarakan untuk apa yang kurasa.
sederhana. sepertimu yang terlihat dihadapku.
tersenyum manja mencoba untuk mengungkap rasa.
bersikap hangat seolah ingin menunjukkan jika aku diterima.
pujangga, terima kasih.
aku juga mencintamu
teringat kata yang terlontar dan bergumul dalam imajiku.
aku selalu suka caramu tertawa. aku selalu suka caramu memandang.
aku selalu suka caramu berfikir dengan langkah yang tak terduga.
pujangga, hari ini kau lambungkan lagi jejakku.
kau biarkan aku menari-nari bebas seolah aku bisa saja melayang
kau biarkan aku tersenyum hingga bibirku bisa saja kaku karena terlalu sering menarik keatas
singkatnya, kau buatku bahagia.
mungkin itu kata yang banyak mereka utarakan untuk apa yang kurasa.
sederhana. sepertimu yang terlihat dihadapku.
tersenyum manja mencoba untuk mengungkap rasa.
bersikap hangat seolah ingin menunjukkan jika aku diterima.
pujangga, terima kasih.
aku juga mencintamu
Komentar
Posting Komentar