apa mungkin yang selama ini kudengar hanyalah omong kosong belaka. apa mungkin beberapa hal yang kau dendangkan hanyalah kalimat yang muncul dikala kau sepi ? atau mungkinkah aku salah mencerna semua kata-kata yang kau utarakan padaku ? entah. dan lagi, lagi lagi aku merasa seperti saat itu. yah, saat dimana suasana jadi se-aneh hari ini.
bukan enggan untuk menyapamu, hanya saja aku ragu.
bukan takut untuk memandangmu, tapi kurasa kedua bola matamu tak kan balik memandang
bukan berusaha untuk melupakan, karena semuanya berputaran di kepalaku.
ada apa denganmu? atau mungkin ada apa denganku?
sejenak aku berharap kau tak pernah mengatakan semua kata itu.
sejenak aku berharap kau tak pernah mencoba untuk berjalan di lembarku.
sejenak, sejenak sekali aku berharap aku tak pernah mencoba untuk menghancurkan dindingmu.
sejenak, sebelum akhirnya aku membiarkan pengharapanku tak terjawab lagi.
kau indah, indahmu tersembunyi, dan aku mencoba untuk menerobos, mencoba untuk melihat sesuatu yang indah itu. tapi dimana? kenapa ia bagai fatamorgana yang bisa hilang sewaktu-waktu dari pandanganku?
jangan berbicara di belakang kepalaku, tatap mataku dan katakan semua caci dan keluhmu tentangku.
pandang aku, dan katakan semuanya dengan jelas, tak peduli jika nantinya aku akan merasa begah.
apa itu sulit untukmu? apa itu kelewat sulit untuk kau lakukan?
wahai kau yang sedang dirundung badai, salahkah jika aku hanya ingin menikmati badai itu bersamamu? mencoba untuk menggenggam lemah tanganmu yang berusaha menerobos badai?
katakan jika salah. agar aku bisa menutup mata untuk tidak melihatmu yang berusaha berdiri meski terhuyung. karena pada satu momen, aku selalu ingin berada disana, bersamamu.
bukan enggan untuk menyapamu, hanya saja aku ragu.
bukan takut untuk memandangmu, tapi kurasa kedua bola matamu tak kan balik memandang
bukan berusaha untuk melupakan, karena semuanya berputaran di kepalaku.
ada apa denganmu? atau mungkin ada apa denganku?
sejenak aku berharap kau tak pernah mengatakan semua kata itu.
sejenak aku berharap kau tak pernah mencoba untuk berjalan di lembarku.
sejenak, sejenak sekali aku berharap aku tak pernah mencoba untuk menghancurkan dindingmu.
sejenak, sebelum akhirnya aku membiarkan pengharapanku tak terjawab lagi.
kau indah, indahmu tersembunyi, dan aku mencoba untuk menerobos, mencoba untuk melihat sesuatu yang indah itu. tapi dimana? kenapa ia bagai fatamorgana yang bisa hilang sewaktu-waktu dari pandanganku?
jangan berbicara di belakang kepalaku, tatap mataku dan katakan semua caci dan keluhmu tentangku.
pandang aku, dan katakan semuanya dengan jelas, tak peduli jika nantinya aku akan merasa begah.
apa itu sulit untukmu? apa itu kelewat sulit untuk kau lakukan?
wahai kau yang sedang dirundung badai, salahkah jika aku hanya ingin menikmati badai itu bersamamu? mencoba untuk menggenggam lemah tanganmu yang berusaha menerobos badai?
katakan jika salah. agar aku bisa menutup mata untuk tidak melihatmu yang berusaha berdiri meski terhuyung. karena pada satu momen, aku selalu ingin berada disana, bersamamu.
Komentar
Posting Komentar