berbincang denganmu mungkin butuh energi lebih.
mungkin butuh lebih banyak pemahaman.
mungkin juga butuh lebih banyak pengorbanan. mungkin.
kenapa? karena kebebasan yang kau inginkan.
dan keegoisanmu untuk meminta mereka mengerti.
ingatkah kau bagaimana kau pinta aku untuk jadi sosok tak berperasa?
jika kau kira itu mudah, kau salah.
ingatkah kau bagaimana aku harus mencoba menerima kepikunanmu?
jika kau kira aku tak menghela napas panjang saat mengetahuinya, kau salah besar.
jika itu caramu untuk menguji. kau salah.
tak harusnya kau menguji rasa. bukan seperti itu caranya.
dari tak berperasa, kini lagi-lagi kau menuntut.
tak ingatkah kau jika kau tak suka dituntut.
lalu mengapa kau menuntut dariku?
oh ayolah, renungkan. tak perlu aku berujar bagaimana caramu memaksa.
aku diam. meski kau tempa.
aku diam. meski kadang seperti kau jadikan boneka teddymu.
aku diam. meski kau selalu berbuat sesukamu.
aku diam. hingga aku kebas.
aku diam. hingga aku merasa benar-benar tak bisa merasa.
mungkin butuh lebih banyak pemahaman.
mungkin juga butuh lebih banyak pengorbanan. mungkin.
kenapa? karena kebebasan yang kau inginkan.
dan keegoisanmu untuk meminta mereka mengerti.
ingatkah kau bagaimana kau pinta aku untuk jadi sosok tak berperasa?
jika kau kira itu mudah, kau salah.
ingatkah kau bagaimana aku harus mencoba menerima kepikunanmu?
jika kau kira aku tak menghela napas panjang saat mengetahuinya, kau salah besar.
jika itu caramu untuk menguji. kau salah.
tak harusnya kau menguji rasa. bukan seperti itu caranya.
dari tak berperasa, kini lagi-lagi kau menuntut.
tak ingatkah kau jika kau tak suka dituntut.
lalu mengapa kau menuntut dariku?
oh ayolah, renungkan. tak perlu aku berujar bagaimana caramu memaksa.
aku diam. meski kau tempa.
aku diam. meski kadang seperti kau jadikan boneka teddymu.
aku diam. meski kau selalu berbuat sesukamu.
aku diam. hingga aku kebas.
aku diam. hingga aku merasa benar-benar tak bisa merasa.
Komentar
Posting Komentar