purnamaku menangis, kelu rasa hati.
sebab ku tak mengerti mengapa
tetapi leleh menuruni wajahku tangis ini
wahai pencipta jarak, mengapa kau tega?
membolak balikkan hati yang dirundung sepi dan rindu
mengapa kau buka tabir itu dan menciptakan jarak disana?
meninggikan dinding yang sempat terkikis oleh waktu.
ringkih aku memandang dengan nestapa dihadap dinding itu
tak bisakah kutembus? lalu mengapa kau masih mencuri pandang?
adakah aku hanya seonggok kerang kering ditepian pantai?
wahai kau yang kini mencipta jarak, apakah kau ingin pergi?
adakah ini isyarat darimu untuk melangkahkan kaki kearah yang berlawanan?
adakah ini tanda darimu jika kau tak memilihku?
adakah ini jawaban jika sukamu hanyalah perasaan yang bisa berlalu bagai fatamorgana?
kumohon. jangan lebarkan jarak ini. sungguh aku jengah. sungguh itu menyiksa.
karena aku hanya ingin memandang tawamu, dan menangkap tatapan hangatmu menuju kearahku.
sebab ku tak mengerti mengapa
tetapi leleh menuruni wajahku tangis ini
wahai pencipta jarak, mengapa kau tega?
membolak balikkan hati yang dirundung sepi dan rindu
mengapa kau buka tabir itu dan menciptakan jarak disana?
meninggikan dinding yang sempat terkikis oleh waktu.
ringkih aku memandang dengan nestapa dihadap dinding itu
tak bisakah kutembus? lalu mengapa kau masih mencuri pandang?
adakah aku hanya seonggok kerang kering ditepian pantai?
wahai kau yang kini mencipta jarak, apakah kau ingin pergi?
adakah ini isyarat darimu untuk melangkahkan kaki kearah yang berlawanan?
adakah ini tanda darimu jika kau tak memilihku?
adakah ini jawaban jika sukamu hanyalah perasaan yang bisa berlalu bagai fatamorgana?
kumohon. jangan lebarkan jarak ini. sungguh aku jengah. sungguh itu menyiksa.
karena aku hanya ingin memandang tawamu, dan menangkap tatapan hangatmu menuju kearahku.
Komentar
Posting Komentar