Apa kau sudah cukup jatuh?
mendamba sosok yang hanya mengedepankan egonya?
apa kau sudah cukup lelah?
hingga akhirnya kau pikir lebih baik sendiri saja?
pujangga, mungkin bagimu aku hanya kerikil dijalanan.
satu tapi banyak kesamaan dengan kerikil lain.
tapi bentukku tak benar-benar sama.
membacamu tak pernah usai. dan juga tak pernah bosan.
tapi mencintamu menyakitkan.
menuruti moodmu. egomu.
semua itu keras, sekeras bebatuan di bibir sungai
benarkah tidak bisa menyatu?
benarkah hanya aku yg mendamba?
sayang, aku lelah.
entah lebih baik tau jika kau merasa
atau hanya melihatmu bermain dengan rasaku.
dendang suara lembutmu buatku luluh
aku selalu suka melihatmu bertingkah.
meski menyebalkan.
pernahkah kau dengar bisikku?
aku ingin dimengerti. bukan hanya diterima dengan terpaksa.
jika memang pergi adalah pilihan yang ada.
kehilangankah dirimu saat aku tak lagi ada?
mendamba sosok yang hanya mengedepankan egonya?
apa kau sudah cukup lelah?
hingga akhirnya kau pikir lebih baik sendiri saja?
pujangga, mungkin bagimu aku hanya kerikil dijalanan.
satu tapi banyak kesamaan dengan kerikil lain.
tapi bentukku tak benar-benar sama.
membacamu tak pernah usai. dan juga tak pernah bosan.
tapi mencintamu menyakitkan.
menuruti moodmu. egomu.
semua itu keras, sekeras bebatuan di bibir sungai
benarkah tidak bisa menyatu?
benarkah hanya aku yg mendamba?
sayang, aku lelah.
entah lebih baik tau jika kau merasa
atau hanya melihatmu bermain dengan rasaku.
dendang suara lembutmu buatku luluh
aku selalu suka melihatmu bertingkah.
meski menyebalkan.
pernahkah kau dengar bisikku?
aku ingin dimengerti. bukan hanya diterima dengan terpaksa.
jika memang pergi adalah pilihan yang ada.
kehilangankah dirimu saat aku tak lagi ada?
Komentar
Posting Komentar