pujangga, bukan siapa-siapa. hanya seorang teman yang kusayang
hanya seorang lelaki yang berjuang dengan caranya sendiri.
pujanggaku mendekat, lalu menjauh.
pujangga sering melakukan apapun sesuai inginnya.
tak peduli orang lain menerima atau menolak.
pujangga tiba-tiba hadir, merajuk, kesal.
kenapa? aku tidak tau, karena kadang pujangga tak bisa dibaca.
pujangga bukan siapa-siapa, inginnya banyak, dan selalu ingin dimengerti.
pujangga membuatku bingung, kadang ketegasannya muncul, kadang ia luluh lagi.
pujangga tak khayal seperti anak kecil. merajuk lalu mulai berlaku seolah tak ada yang terjadi.
pujangga memang suka seperti itu. tapi dia unik.
pujangga pernah membuatku seolah punya sayap, tapi ia juga yang membuat sayapku patah.
ia tak lebih dari seorang pemimpi. pemimpi yang tangguh.
ia buka dunia yang belum pernah kumasuki sebelumnya.
ia bimbing, lalu ia tiba-tiba pergi.
yah, memang begitulah pujangga.
hanya seorang lelaki yang berjuang dengan caranya sendiri.
pujanggaku mendekat, lalu menjauh.
pujangga sering melakukan apapun sesuai inginnya.
tak peduli orang lain menerima atau menolak.
pujangga tiba-tiba hadir, merajuk, kesal.
kenapa? aku tidak tau, karena kadang pujangga tak bisa dibaca.
pujangga bukan siapa-siapa, inginnya banyak, dan selalu ingin dimengerti.
pujangga membuatku bingung, kadang ketegasannya muncul, kadang ia luluh lagi.
pujangga tak khayal seperti anak kecil. merajuk lalu mulai berlaku seolah tak ada yang terjadi.
pujangga memang suka seperti itu. tapi dia unik.
pujangga pernah membuatku seolah punya sayap, tapi ia juga yang membuat sayapku patah.
ia tak lebih dari seorang pemimpi. pemimpi yang tangguh.
ia buka dunia yang belum pernah kumasuki sebelumnya.
ia bimbing, lalu ia tiba-tiba pergi.
yah, memang begitulah pujangga.
Komentar
Posting Komentar