tuhan, sungguh lucu bagaimana realita menghempas yakinku.
kau pasti ingat, betapa di dalam sujud aku selalu mendendang namanya.
kau pasti ingat, betapa aku sungguh memohon agar ia kembali pada ragaku yang butuh peluknya. betapa aku mengharap lelaki itu akan kembali tersenyum seraya mengatakan jika perjalanannya telah berhenti. ia telah sampai. dan ia pulang.
tuhan, kau pasti ingat saat aku mulai menyerah dengan doa yang kukira tak pernah kau dengar.
kau pasti ingat saat aku menyelipkan nama lain untuk melupakan dia.
tuhan, lagi-lagi aku ingin memohon. ditengah kegundahan yang kini kurasakan.
lindungi mereka, lindungi orang yang kusayangi.
lindungi mereka meski mereka melukai.
lindungi dan sayangi mereka meski mereka tak jarang membuat kesal.
hanya saja aku tak bisa memeluk mereka lagi.
tidak hingga kau memutuskan siapa yang mengisi genggamku. disaat yang tepat
sampai saat itu datang, kumohon bantu aku untuk menjaga mereka tuhan.
kau pasti ingat, betapa di dalam sujud aku selalu mendendang namanya.
kau pasti ingat, betapa aku sungguh memohon agar ia kembali pada ragaku yang butuh peluknya. betapa aku mengharap lelaki itu akan kembali tersenyum seraya mengatakan jika perjalanannya telah berhenti. ia telah sampai. dan ia pulang.
tuhan, kau pasti ingat saat aku mulai menyerah dengan doa yang kukira tak pernah kau dengar.
kau pasti ingat saat aku menyelipkan nama lain untuk melupakan dia.
tuhan, lagi-lagi aku ingin memohon. ditengah kegundahan yang kini kurasakan.
lindungi mereka, lindungi orang yang kusayangi.
lindungi mereka meski mereka melukai.
lindungi dan sayangi mereka meski mereka tak jarang membuat kesal.
hanya saja aku tak bisa memeluk mereka lagi.
tidak hingga kau memutuskan siapa yang mengisi genggamku. disaat yang tepat
sampai saat itu datang, kumohon bantu aku untuk menjaga mereka tuhan.
Komentar
Posting Komentar